Tuesday, May 7, 2019



FUNGSI ALBUMIN BAGI MANUSIA

Albumin adalah protein utama yang terdapat dalam darah manusia. Mengatur tekanan osmotik dalam darah merupakan fungsi utama protein yang diproduksi oleh organ hati ini. Keseimbangan albumin dibutuhkan untuk menjaga agar cairan yang terdapat dalam darah tidak bocor ke jaringan tubuh.

Fungsi Albumin
Putih telur kadang-kadang merupakan obat yang baik untuk jenis keracunan tertentu, dalam koagulasi, mantel albumin akan mencegah racun yang memiliki efek buruk.
Di beberapa industri, seperti industri bahan pewarna, Albumin digunakan sebagai agen klarifikasi. ketika Albumin mengental, mereka mengklarifikasi (menghilangkan kotoran dari) cairan. Terkonsentrasi albumin dari serum darah manusia intravena sebagai pengobatan untuk shock ekstrim dan perdarahan.
Darah, telur, dan Albumin susu banyak digunakan dalam industri. Ox albumin darah, misalnya, digunakan dalam pencetakan tekstil untuk menahan warna pada kain. Albumin telur yang telah dikocok sampai berbusa sering digunakan dalam makanan. Albumin susu digunakan dalam pembuatan perekat dan pernis.
Albumin telur juga disebut ovalbumin. Nama alternatif untuk albumin susu yang lactalbumin dan whey albumin. Albumin adalah senyawa karbon, hidrogen, oksigen, dan (biasanya) sulfur. Selain itu, pada Ovalbumin mengandung fosfor selain unsur-unsur diatas.

a) Albumin merupakan protein utama dalam plasma manusia (kurang lebih 3,4-4,7 g/dl) dan menyusun sekitar 60% dari total protein plasma (Harper 1990).
b) Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Protein yang larut dalam air dan mengendap pada pemanasan itu merupakan salah satu konstituen utama tubuh (Retno 2006).
c) Albumin adalah protein yang tertinggi konsentrasi dalam plasma.
Jadi dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa albumin merupakan protein dalam plasma manusia yang larut dalam air dan mengendap dalam pemanasan serta protein yang tertinggi konsentrasinya dalam plasma darah.

Albumin pada umumnya dibentuk di hati. Hati menghasilkan sekitar 12 gram albumin per hari yang merupakan sekitar 25% dari total sintesis protein hepatic dan separuh dari seluruh protein yang diekskresikan organ tersebut. Albumin pada mulanya disintesis sebagai preprotein. Peptida sinyalnya dilepaskan ketika preprotein melintas kedalam sinterna reticulum endoplasma kasar, dan heksa peptide pada ujung terminal-amino yang dihasilkan itu kemudian dipecah lebih lanjut disepanjang lintasan skreotik. Albumin dapat ditemukan dalam putih telur dan darah manusia. Golongan protein ini paling banyak dijumpai pada telur (albumin telur), darah (albumin serum), dalam susu (laktalbumin). Berat molekul albumin plasma manusia 69.000, albumin telur 44.000, dalam daging mamalia 63.000.

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Albumin?
Bila jumlah albumin dalam tubuh kurang maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (eodema) misalnya bengkak di kedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam rongga tubuh misalnya di perut yang disebut ascites. Hal ini biasa dialami pada penderita penyakit heptitis, diabetes mellitus / kencing manis, gagal ginjal, tumor, kanker, dan stroke.

Akibat kurangnya albumin menjadi penyebab tekanan osmotik darah turun sehingga pengangkutan asam lemak, hormon, enzim, dan obat terganggu.
Inilah yang memperlambat proses penyembuhan pada penderita penyakit berat dan degeneratif.

Dalam konteks anak-anak, bila kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan pecah.
Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak maksimal. Pada anak yang kekurangan albumin, seperti penderita tuberkulosis (TBC), daya kerja obat yang diminum menjadi kurang maksimal.

Sementara pada anak yang sedang berada di fase periode emas pertumbuhan (golden age), yaitu usia 1-5 tahun, kekurangan albumin akan sangat mengganggu pertumbuhan badan dan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel ditubuh dan otak akan semakin lambat. Pertumbuhan sel yang lambat inilah yang menyebabkan anak lambat perkembangan tubuhnya serta menjadi kurang cerdas.

Albumin adalah salah Satu jenis protein darah yang diproduksi di hati (hepar). Saat hati normal mampu memproduksi 11-15 gr albumin/hari.

Albumin (bahasa Latin: albus, white) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk ke segala jenis protein monomer yang larut dalam air dan larutan garam, dan mengalami koagulasi saat terpapar panas. Substansi yang mengandung albumin, seperti putih telur, disebut albuminoid.

Pada manusia, albumin diproduksi oleh retikulum endoplasma di dalam hati dalam bentuk proalbumin, kemudian diiris oleh badan Golgi untuk disekresi memenuhi sekitar 60% jumlah serum darah dengan konsentrasi antara 30 hingga 50 g/L[1] dengan waktu paruh sekitar 20 hari. Albumin memiliki berat molekul sekitar 65 kD dan terdiri dari 584 asam amino tanpa karbohidrat. Gen untuk albumin terletak pada kromosom 4, dengan panjang sekitar 16.961 nukleotida dengan 15 ekson yang terbagi ke dalam 3 domain simetris, sehingga diperkirakan merupakan triplikasi dari domain primordial yang tunggal. Tiap domain terbagi lagi menjadi masing-masing 2 sub-domain.

Mutasi pada gen ini dapat mengakibatkan berbagai macam protein dengan fungsi yang tidak beraturan (bahasa Inggris: anomalous protein) oleh karena perubahan sifat pada domain pencerapnya, oleh karena itu, spesi reaktif oksigen, spesi reaktif nitrogen dan produk dari hasil reaksi dengan biomolekul lain seperti produk peroksidasi lipid, terjadi secara fisiologi dan patofisiologi dengan adanya albumin.

Albumin berfungsi mengatur tekanan osmotic darah, menjaga keberadaan air dalam plasma darah sehingga bisa mempertahankan volume darah.
Albumin juga berfungsi sebagai pangangkut unsur-unsur yang kurang larut dalam air (seperti: asam lemak bebas, kalsium, zat besi dan beberapa unsur obat) melewati plasma darah dan cairan sel, selain itu Albumin bermanfaat untuk membantu pembentukan jaringan sel baru ataupun mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah / rusak.


Berikut beberapa penyakit berat, insyaa AllaH, yang bisa dibantu pengobatannya dengan konsumsi Ekstrak Albumin Ikan Gabus :

Penyakit Diabetes Melitus
Albumin dari ikan gabus dapat meregenerasi sel pankreas
Ektsrak Albumin dapat memperbaiki sel pankreas yang memiliki fungsi memproduksi insulin. Dengan normalnya produksi insulin, maka kadar gula dalam darah dapat dikendalikan, dan kembali normal.

Penderita / Beresiko Penyakit Jantung Koroner
Kapsul ini memiliki kandungan Allysin yang berfungsi menurunkan kadar lemak dalam darah, trigeserida, juga untuk menurunkan homosistensin. Dengan demikian, resiko serangan jantung menjadi berkurang, termasuk resiko stroke dan penyempitan pembuluh darah.
Selain itu, albumin juga memiliki kandungan prolin, salah satu fungsinya adalah untuk menguatkan otot-otot jantung.

Bagi penderita penyakit kanker, albumin juga sangat bagus untuk terapi. Karena albumin tersebut mengandung zat aktif bernama Allylsufide, fungsinya untuk menghambat hormon pemicu tumbuhnya sel kanker, serta dapat merangsang sel sehat untuk terjadi regenerasi.

Penyakit Hepatitis
Pada penderita penyakit hepatitis, albumin memiliki kemampuan memperbaiki jaringan pada hati dengan cara regenerasi sel hati dan empedu. Karena albumin tersebut memiliki kandungan asam amino esensial lengkap dan mineral. Selain itu, dengan konsumsi albumin pada kapsul Pujimin juga akan terhindar dari penumpukan lemak pada organ hati.

Penyakit Gagal Ginjal
Pada penderita penyakit gagal ginjal, albumin dari ikan gabus ini akan melakukan regenerasi sel ginjal, sehingga bisa menyaring racun. Dengan regerasi sel ini, ginjal menjadi normal dan dapat berfungsi kembali. Akhirnya, penderita gagal ginjal yang tadinya harus cuci darah, setelah ginjal normal kembali menjadi bebas dari cuci darah.

Penyakit Asma
Efek albumin terhadap penderita asma adalah mampu mengurangi pembengkakan disebabkan albumin mampu mengencerkan lendir serta menyembuhkan luka pada daerah pernafasan seseorang.

Efek Terhadap Organ Otak
Pada organ otak, albumin dapat membantu memperbaiki jaringan otak yang mengalami kerusakan, penting juga bagi pasien yang habis stroke atau penderita parkinson.

Efek Terhadap Persendian Tulang
Albumin bisa memacu fungsi sendi. Karena kandungan proline pada albumin.
Sedangkan kandungan lysin dapat membantu terserapnya kalsium yang dapat mempercepat pembentukan kolagen. Kolagen ini memiliki fungsi penting karena ibarat mesin, kolagen bisa berperan seperti pelumas pada sambungan tulang. Kolagen juga dapat membungkus tulang rawan dan jaringan penyambung tulang.

Penyakit Grastitis
Efek albumin dapat memacu regenerasi sel lambung sehingga membantu fungsi saluran pencernaan dan usus sehingga fungsi organ tersebut menjadi maksimal.

Efek Ekstrak Albumin Ikan Gabus pada pasien pasca kemoterapi
Setelah kemoterapi pasien dianjurkan konsumsi ekstrak Albumin, karena kandungan albuminnya dapat mencegah efek negatif yang terjadi akibat kemoterapi dan radioterapi. Seperti lemas, maupun kerusakan sel tubuh, rambut rontok, ataupun mual. Menariknya, saat konsumsi kerja obat kemoterapi tidak akan terganggu.

Penyakit Stroke
Albumin dapat membantu membuka pembuluh darah yang tersumbat serta memperbaiki jaringan organ tubuh yang perperan penting terhadap kerja otot, otak, serta  syaraf. Selain itu, albumin ini dapat meningkatkan imunitas tubuh dan melindungi tubuh dari radikal bebas.

Penyakit Lupus
Albumin dari ikan gabus ini dapat meregenerasi sel tubuh yang rusak akibat penyakit lupus. Sehingga fungsi otot, otak, dan syaraf dapat optimal kembali, demikian juga imunitas tubuh akan kembali maksimal.

Penyakit Autis
Albumin dapat mengikat logam berat (timbale, mercury) yang sering terdapat pada penderita autis.

Penyakit Prostat
Kandungan albumin berfungsi menjaga keberadaan glycine yang berperan penting dalam menjaga fungsi prostat supaya tetap normal (sehat).

Penderita Luka Bakar / Luka Setelah Operasi
Karena albumin mengandung cystine dan asan amino, sehingga bekas luka bakar, dan gangguan pada kulit atau luka akibat operasi dapat cepat pulih.

Para Lansia (Lanjut Usia)
Albumin dapat membantu proses penyerapan makanan pada lambung dan pencernaan. Selain itu, albumin berfungsi meregenerasi sel yang sudah aus atau rusak.

Bagi Penderita Depresi
Albumin dapat membantu tubuh memproduksi hormon untuk metabolisme kesehatan mental melalui kelenjar tiroid. Hal ini dikarenakan albumin mengandung asam amino tyrosine.


KULTUR MAKANAN ALAMI
 IKAN HIAS



I.          PENDAHULUAN

  Selain penyakit, tingginya angka kematian ikan hias piaraan dipengaruhi oleh lancarnya suplai makanan yang baik dan disukai oleh ikan. Makanan yang paling cocok untuk ikan hias adalah makanan alami yang bisa didapat atau dicario di alam, misalnya di perairan umum atau mengkultur sendiri.
       Makanan alami ini biasanya berupa jasad renik seperti cacing-cacingan, larva serangga, dan udang renik. Ukurannyapun bermacam-macam sehingga dapat diberikan sesuai ukuran tubuh dan umur ikan yang bersangkutan
     Salah satu cara termudah menyediakan makanan alami ialah dengan jalan mengkulturnya di sekitar rumah atau bak.

II.       JENIS-JENIS MAKANAN ALAMI

Jenis-jenis makanan alami yang lazim diberikan pada ikan hias antara lain :

1.         Infusoria
Infusoria adalah protozoa (binatang bersel tunggal ) yang sangat cocok diberikan sebagai makanan ikan hias ukuran kecil (benih) setelah kuning telurnya habis. Kebanyakan hidup di air tawar seperti kolam, sawah, rawa dan perairan tawar tergenang lainnya. Biasanya di sawah infusoria didapatkan diantara jerami padi setelah selesai panen, sedang di kolam atau di rawa terdapat diantara tanaman padi.
Didalam infusoria dikenal antara lain jasad-jasad renik ciliata yang bersel satu dan berbulu getar diseluruh tubuhnya. Jenis yang sering kita temukan adalah Paramaecium. Berkembang biak dengan dua cara yang berbeda yaitu dengan pembelahan sel dan konjugasi. Cara pembelahan sel dilakukan jika lingkungan baik sehingga perkembangbiakan berjalan cepat. Sedangkan cara konjugasi dilakukan sebagai refresing (penyegaran) dengan jalan bertukar dan berbaurnya inti sel dari dua sel induk yang berbeda.
Infusoria mampu tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sedang tercemar dan mengalami proses pembongkaran sisa bahan organik. Makanannya berupa bakteri, ganggang renik, ragi, detritus yang halus dan protozoa yang kecil.

2.         Rotifera
Rotifera (rotaria) adalah sekumpulan jasad renik yang tubuhnya mempunyai korona ( seperti tajuk mahkota) bulat dan berambut getar.
Tajuk ini mirip roda, maka dari itu disebut rotifera.
Rotifera merupakan salah satu kelas udang renik dari filum Trochelminthes dengan ukuran antara 50 – 300 mikron. Jenis rotifera yang sering ditemukan adalah Brachionus , makanannya terdiri dari gangang renik, ragi, bakterio dan protozoa kecil yang didapatnya dengan cara menggerakkan bulu getar.
Brachionus jantan lebih kecil daripada betina, berkembang biak dengan cara parthenogenets (bertelur dan menetaskan telur tanpa kawin). Siklus hidupnya hanya berkisar 8 – 12 hari.

3.         Kutu Air
Kutu air yang dimaksud adalah udang renik Cladocera. Yang sering ditemui dan dikenal di perairan umum adalah Moina dan Daphnia. Bentuk tubuhnya pipih bening tembus pandang. Makanan kutu air berupa ganggang dan detritus. Pengambilan makanan dengan cara menggerakkan kakinya.

4.         Cacing Sutera
Cacing juga merupakan makanan alami yang sangat akrab dengan kehidupan ikan hias. Cacing ini hidup didasar perairan yang banyak mengandung banyak bahan organik. Cacing ini berwarna merah mirip benang, juga ditemukan didasar selokan.
Cacing ini dikenal dengan nama Tubifex ini mirip benang merah yang kusut, karena mereka suka hidup bergerombol. Cacing ini mampu memacu pertumbuhan anak ikan, tapi bagi ikan yang lagi hamil kurang cocok karena bisa menghambat keluarnya telur, sebab kandungan lemak cacing diduga dapat menyumbat saluran telur induk ikan.

5.         Jentik Nyamuk
Jentik nyamuk mempunyai protein tinggi, yang disukai hampir semua jenis ikan hias. Jentik nyamuk tak lain dari larva nyamuk, berasal dari filum Arthopoda, kelas Insekta, subklas Pterygota dari ordo Diptera.
Jentik nyamuk banyak ditemukan di air selokan, comberan, parit, rawa. Berbeda dengan tubifex, nyamuk justru butuh tempat yang tergenang untuk berkembangbiak. Makanan nyamuk betuna berbeda dengan nyamuk jantan. Jika nyamuk betina gemar darah manusia, maka si jantan cukup mengisap cairan pada daun, sedangkan larvanya menyukai detritus, jasad renik, seperti ganggang, ragi dan bakteri.
  Jentik nyamuk ini tergolong sangat cocok diberikan untuk induk ikan hias yang telah dan akan kawin, karena selain ukurannya pas, juga kandungan proteinnya tinggi, bahkan induk ikan yang telah bertelur akan cepat matang telur kembali jika diberi jentik nyamuk.

III.       CARA MENGKULTUR MAKANAN ALAMI

1.         Kultur Infusoria
Untuk memproduksi infusoria cukup disiapkan wadah dari akuarium berbagai ukuran, atau paso dan bisa juga panci. Sebagai medium kulturnya gunakan daun kobis, selada, talas, atau daun tanaman lain yang mudah hancur yang sebelumnya dibuang tangkainya karena sulit hancur.
            Daun tersebut direbus dalam panci dengan air sampai hancur, setelah menjadi “bubur” lalu kita masukkan kedalam wadah tadi dan beri air sedikit sebagai pelarut. Kedalam bubur kita tulari bibit infusoria lalu masukkan 1 – 2 sendok air selokan/comberan yang kondisi airnya agak keruh, sebab air semacam inilah yang banyak mengandung infusoria.
       Selanjutnya wadah yang telah berisi bibit tadi ditaruh ditempat teduh tanpa tutup agar tidak kekurangan udara untuk pernafasan. Biasanya pada hari kedua sudah dapat dilihat infusoria yang tumbuh, yang ditandai dengan timbulnya lapisan putih keruh ke permukaan air.
       Cara memanennya dilakukan dengan mengambil langsung cairan itu dam memberikan pada benih ikan yang sudah habis kuning telurnya. Jadi makanan ini hanya ideal bagi benih ikan yang masih muda.

2.         Kultur Rotifera
Kultur rotifera dapat dilakukan dalam bak atau kolam yang luas misalnya kolam seluas 10 m2 mula-mula diberi pupuk kandang ditambah 0,15 kg TSP, 0,15 kg urea dan 0,15 kg kapur tohor untuk mencegah keasaman.
Sebelum semua bahan dimasukkan, kolam dibersihkan dulu lalu dikeringkan untuk membunuh benih ikan liar dan hama seperti anak kodok, siput dsbnya. Pengeringan kolam pada cuaca terik cukup 2 – 3 hari saja, jika mendung sebaiknya sampai 5 hari, sedangkan kalau menggunakan bak pengeringan cukup sehari saja.
Sebelum kolam kering, pupuk tersebut disebar rata, lalu air dimasukkan setinggi 50 cm. Jika air yang masuk dalam kolam kaya akan bibit rotifera, maka dalam tempo 4 hari rotifera sudah tumbuh. Untuk menangkapnya dapat dipakai jala plankton, yaitu yang bermata jala 40 milimikron.
Agar rotifera tidak dimakan oleh binatan lain sebaiknya pintu pemasukkan diberi saringan pada saat kita memasukkan air.
           
3.         Kultur Kutu Air
Membiakkan kutu air tidak jauh beda dengan rotifera. Setelah dilakukan persiapan dan kolam sudah diisi air maka pada hari ketiga benih daphnia boleh dimasukkan. Benih daphnia dan monia dapat dibeli ditoko penjual benih kutu air (pedagang makanan ikan hias). Penebaran benih ini penting sekali karena air yang dimasukkan kedalam kolam tadi belum tentu mengandung benih daphnia dan monia. Bibit ini ditebar hanya untuk pertama kali, untuk selanjutnya benih sudah menyebar keseluruh penjuru kolam.
Pada hari ketujuh sejak pemasukkan air, kutu air sudah dapat dipanen. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebab pada suasana seperti itu kutu air akan berkumpul di permukaan air sehingga memudahkan menangkapnya. Panen kutu air dapat dilakukan dengan menggunakan serok biasa yang terbuat dari kain strimin.
Baik kultur rotifera maupun kutu air dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama sekitar 2 bulan, namun seminggu sekali harus ditambahkan pupuk kandang yang dimasukkan dalam karung yang dilubangi dan diapungkan dalam kolam.

4.         Kultur Cacing Sutra
Cacing sutra dapat dibiakkan dalam bak yang bentuknya memanjang atau saluran air. Dasar bak terlebih dahulu dilapisi dengan lumpur halus. Bahan yang paling baik untuk melapisi yaitu sampah yang sudah hampir membusuk. Bila menggunakan lumpur, sebaiknya diambil dari dasar sungai yang sudah ada bibit cacingnya.
Tebal lumpur cukup sekitar 5 cm, bahan tambahannya adalah pupuk kandang untuk penyubur sebanyak 50 gr/m2. Pupuk ini sebelumnya diaduk dengan lumpur sehingga benar-benar menjadi satu. Lalu masukkan air  dengan cara mengalirkan kedalam bak perlahan-lahan. Air ini gunanya untuk menjaga kesegaran dan kesejukan serta menambah oksigen dan membuang sisa kotoran yang merugikan.
Kemudian bibik cacing tubifex disebarkan merata, maka dalam jangka 2 hari akan terlihat cacing itu mulai berkembang biak. Guna mencegah sengatan matahari, mengingat cacing membutuhkan suasana gelap sebaiknya bak ditutup dengan daun pisang.
Kalau gerombolan cacing sudah cukup bergerombol dalam lumpur, cacing bisa dipanen dengan cara merogoh atau mengangkatnya dengan tangan telanjang. Cacing yang telah dipanen dibersihkan dengan air.


5.         Kultur Jentik Nyamuk
Membudidayakan jentik nyamuk berarti mempersiapkan tempat untuk memikat induk nyamuk betina agar mau bertelur. Tempatnya berupa bak berisi air yang ukurannya 2 x 3 m atau 2 x 2 m atau 2 x 1 m. Kalau tidak ada bak semen boleh juga kolam tanah biasa.
Persiapan kultur jentik nyamuk sama dengan kultur kutu air. Dibei pupuk kandang dengan dosis 1 kg/m2. Campuran lain tidak diperlukan, sebaiknya bak atau kolam dibuat dekan dengan selokan atau comberan karena tempat seperti ini banyak berkeliaran nyamuk.
Dalam tempo 3 hari biasanya nyamuk sudah berdatangan dan tidak lebih dari seminggu jentik-jentik yang suka bergoyang itu sudah dapat kita ambil. Cara pengambilannya dengan menggunakan serok dari kain strimin, sebaiknya dicuci dulu sebelum diberikan pada ikan.
Jika dirasakan nyamuk-nyamuk sudah berkurang hasilnya, pertanda pupuk harus diperbaharui lagi, atau dengan menambahkan batang pisang yang sudah dicacah sebagai pemikat induk nyamuk. Demikian dilakukan pemupukan pembaharuan kalau dirasakan nyamuk-nyamuk sudah mulai berkurang.


Monday, May 6, 2019


IKAN  SAMU (Iwak Pakasam) DAN
CARA PENGOLAHANNYA

Proses pengolahan dan pengawetan ikan merupakan salah satu cara dari masyarakat lokal Kalimantan agar ikan hasil panen tidak mudah membusuk sehingga fermentasi diperlukan supaya dapat disimpan dalam jangka waktu lama lebih dari  3 bulan.
Fermentasi ikan merupakan pengolahan tradisional yang cukup penting. Dengan fermentasi diperoleh produk yang digemari oleh masyarakat karena rasa dan aroma khas serta daya simpan yang lama.
Fermentasi ikan adalah suatu proses penguraian senyawa-senyawa yang lebih sederhana oleh enzim-enzim yang berasal dari tubuh ikan itu sendiri atau dari mikroorganisme dan berlangsung dalam kondisi lingkungan yang terkontrol 
Samu dalam Bahasa Banjar berarti proses mengasinkan dan mengawetkan ikan dengan cara tertentu.
Iwak Samu biasa juga disebut Iwak Pakasam, karena rasanya yang sedikit asam. Disebut iwak samu karena tampilannya sewaktu masih mentah khas, dibaluri samu atau serbuk beras yang telah disangrai dan diberi sedikit kunyit. Berikut adalah cara membuat iwak pakasam atau iwak samu.




Cara Membuat Iwak Samu atau Pakasam Khas Suku Banjar 

  • Bersihkan ikan yang akan dibuat samu atau pakasam yang .masih segar. Buang isi perutnya. Jika  menggunakan ikan yang lebih besar (ukuran diatas 5 cm) maka buang juga sisiknya. 
  • Beri garam ikan yang sudah dibersihkan. Jumlah garam sesuai selera. Lebih enak jika anda menambahkan garam sehingga ikan sedikit lebih asin,. Diamkan selama lebih kurang 10 menit hingga garam meresap.
  • Tiriskan ikan sehingga tak ada lagi air yang menetes.
  • Sementara itu sangrai (goreng tanpa minyak) 2 genggam beras sampai agak kecoklatan. Hati-hati. Jangan sampai gosong.
  • Tumbuk atau giling beras yang telah disangrai tadi hingga ukurannya seperti pasir. 
  • Tambahkan sedikit kunyit pada tumbukan beras untuk mendapatkan warna kuning keemasan yang menarik. Jika ingin warnanya kecoklatan saja, tidak perlu menambahkan kunyit.
  • Pada ikan yang telah diberi garam dan ditiriskan sisa airnya, taburkan serbuk beras sangrai (samu). Aduk hingga rata. Jika ikan yang digunakan berukuran lebih besar, maka balurkan serbuk beras sangrai pada seluruh permukaan ikan.
  • Masukkan ikan yang telah diberi samu ini dalam wadah tertutup, lalu simpan di dalam kulkas (bukan di freezer atau meat tray). Cukup diletakkan di atas rak tempat sayuran. Biarkan lebih  kurang semalaman agar terjadi proses fermentasi dan muncul rasa sedikit asam pada ikan. (Sebagian masyarakat bahkan dapat menyimpan iwak samu atau pakasam ini selama berbulan-bulan karena dibuat lebih asin

Ikan yang akan dibuat iwak samu atau pakasam itu  bisa ikan  apa saja tergantung selera , namun kebiasaannya yang digunakan adalah haruan (gabus), sepat rawa, saluang, papuyu, puyau, sepat siam, tauman, kerandang, biawan (tambakan), Kelatau, sanggang.
 Iwak samu biasanya dijual di pinggir jalan, di pasar-pasar tradisional di Kalimantan Selatan.  Iwak samu tersebut bisa dimakan dengan nasi, sayur, sambal dan lauk pauk lainnya.
Kalau ingin rasanya lebih bervariassi , bisa juga saat dimasak dicampuri rempah. Kalau oleh orang-orang Banjar biasanya dicampuri bawang merah, Lombok hijau dan merah  saat memasaknya agar aromanya lebih sedap, rasanya tentu agak sedikit   asin dan gurih. Ada sensasi kriuk-kriuknya juga serta nikmatnya beras unus yang ditumbuk dan disangrai.

PENGOLAHAN IKAN SAMU (IWAK PAKASAM)


Bahan-bahan
  • ·         Iwak samu yang akan dimasak
  • ·         bawang putih
  • ·         bawang merah
  • ·         cabe merah besar
  • ·         cabe rawit
  • ·         tomat

Cara membuat :
1.     Iris bawang putih, bawang merah, cabe merah, rawit dan tomat.
2.       Panaskan minyak, tumis hingga wangi.
3.     Masukkan iwak samu aduk rata.
4.    Tambahkam garam, gula dan penyedap, aduk rata.
5.    Siap disantap dengan nasi hangat




DAFTAR PUSTAKA

    1).     Penganekaragaman Olahan Hasil Perikanan dan Pengembangan Masakan Khas                 Tradisional Berbahan Baku Ikan Lokal Kalimantan Selatan. Ir. Misharina Kesuma                   Widiarty,     Buku 5  Balai Pelatihan dan Penyuluhan Banyuwawi , 2019 
2)      Wisata-kuliner-balangan.  Kabar Paman Anum, 2018





IKAN ASIN HARUAN DAN RESEP PENGOLAHANNYA 




Di Kalimantan Selatan Ikan asin Haruan/gabus disebut juga Iwak garih haruan, Dan sangat banyak  dijual orang dipasar-pasar tradisional bahkan sampai ke supermarket.  Ikan gabus adalah ikan yang hidup di air tawar, sejenis predator. Ikan gabus termasuk ikan segar yang mudah ditemukan di Indonesia, seperti di danau, sungai, rawa, bahkan terkadang bisa ditemukan di sawah.

Ikan gabus banyak mengandung protein albumin, tidak kalah dengan protein yang dikandung salmon. Protein ini sangat baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak, orang dewasa, bahkan untuk ibu hamil sekalipun. Ikan gabus atau channa striata dikenal memiliki jenis kandungan gizi yang lebih tinggi. Kandungan protein ikan gabus sebesar 25,5%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikan bandeng 20,0%, ikan mas 16,0%, ikan kakap 20,0%, ataupun ikan sarden sebesar 21,1%.

Berbagai manfaat ikan gabus
1. Pembentukan dan pertumbuhan otot
Ikan gabus mengandung kandungan protein yang lebih tinggi dibanding kadar protein yang terdapat pada ikan lele maupun pada ikan mas atau nila. Dari 100 gram ikan gabus Anda dapat memperolah 25,2 gram protein. Coba Anda bandingkan dengan kadar protein untuk  per 100 gramnya  yang terdapat pada ayam yang hanya 18,2 gram, pada daging sapi hanya 18,8 gram, maupun telur yang hanya 12,8 gram. Kandungan protein yang tinggi akan menguntungkan Anda sebab akan banyak membantu dalam proses pembentukan otot pada tubuh kita.

2. Mempercepat penyembuhan luka
Daging ikan gabus banyak mengandung kadar albumin yang sangat tinggi. Perlu Anda ketahui, albumin adalah salah satu jenis protein yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka pada tubuh kita.

3. Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh
Zat albumin juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Jika kondisi cairan dalam tubuh Anda berkurang, maka protein yang masuk ke dalam tubuh akan pecah sehingga tidak dapat berfungsi secara normal. Kandungan normal albumin dalam tubuh mencapai 60%.

4. Memperbaiki gizi buruk
Manfaat ikan gabus juga dapat memperbaiki gizi buruk yang banyak dialami oleh bayi, balita, anak maupun ibu hamil. Dalam 100 gr gabus saja, sudah sangat cukup memenuhi berbagai kebutuhan gizi yang sangat penting untuk kesehatan terutama untuk bayi.

5. Sehat untuk pencernaan
Ikan gabus mempunyai struktur daging yang lebih empuk, sehingga tubuh kita tidak perlu mengkhawatirkan pencernaan. Hal ini karena ikan gabus memiliki protein kolagen yang lebih rendah dibanding kadar protein yang terkandung pada daging. Ikan gabus hanya memiliki 3% hingga 5% dari total kandungan protein kolagen.

Untuk memanfaatkan agar ikan gabus tahan lama dan awet  disaat melimpah maka masyarakat Kaimantan Selatan mengawetkannya dengan cara diasinkan atau dikeringkan.


 Cara membuat Ikan asin haruan asem manis
1.     Potong2 ikan cuci bersih, trus di goreng kekuningan angkat tiris kan
2.     Ulek bumbu sampai halus, iris bawang tumis hinga harum masukan bubum halus
3.     Iris tomat sama cabe, masukan, trus masukan garam gula peyedap sama ikan asin, air asem jawa, aduk2 angkat

Bahan-bahan dalam resep Ikan asin haruan asem manis diatas adalah sebagai berikut
  • 2 buah Cabe hijau yg besar
  • secukupnya Gula peyedap garam
  • secukupnya Air asem jawa
  • 5 Bawang merah
  • 2 buah Tomat
  • 10 buah Cabe keriting
  • 4 buah Kemiri
  • Minyak goreng
  • 4 buah Bawang putih, diris
  • 7 buah Bawang merah putih
  • 1/4 ikan asin haruan
  • Bumbu halus :
  • 1 buah Tomat
Cara membuat :
1.   Rendam ikan asin dengan air hangat, sambil menunggu cuci tomat, bawang merah, bawang putih.
2.  Panaskan wajan masukkan lalu goreng ikan asin setengah matang, angkat tiriskan. Kemudian tumis bawang merah, bawang putih, cabai, cabai rawit sampai berbau harum setelah itu masukkan tomat tumis sebentar.
3.     Masukkan ikan asin yg sudah di goreng tambahkan air aduk dan diamkan sampai mendidih. Setelah mendidih masukkan gula merah, garam,  Asam manis ikan asin gabus (haruan) siap di hidangkan.

DAFTAR PUSTAKA

1) Penganekaragaman Olahan Hasil Perikanan dan Pengembangan Masakan Khas Tradisional Berbahan Baku Ikan Lokal Kalimantan Selatan. Ir. Misharina Kesuma Widiarty, Buku 5  Balai Pelatihan dan Penyuluhan Banyuwawi , 2019 
2) Wisata-kuliner-balangan.  Kabar Paman Anum, 2018





PEMBUATAN DENDENG IKAN


1.    PENDAHULUAN

Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan  dengan  bahan  makanan  lain.  Bakteri  dan  perubahan  kimiawi pada   ikan   mati   menyebabkan   pembusukan.   Mutu   olahan   ikan   sangat tergantung pada mutu bahan mentahnya.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, mudah didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami  proses  pembusukan.  Oleh  sebab  itu  pengawetan  ikan  perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Untuk mendapatkan hasil awetan yang bermutu tinggi diperlukan perlakukan yang baik selama proses pengawetan seperti : menjaga kebersihan bahan dan alat yang  digunakan,  menggunakan  ikan  yang  masih  segar,  serta  garam  yang bersih. Ada bermacam-macam pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan ikan.


Tanda ikan yang sudah busuk:
-   mata suram dan tenggelam;
-   sisik suram dan mudah lepas;
-   warna kulit suram dengan lendir tebal;
-   insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
-   dinding perut lembek;
-   warna keseluruhan suram dan berbau busuk.

Tanda ikan yang masih segar:
-   daging kenyal;
-   mata jernih menonjol;
-   sisik kuat dan mengkilat;
-   sirip kuat;
-   warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
-   insang berwarna merah;
-   dinding perut kuat;
-   bau ikan segar.

Manfaat makan ikan sudah banyak diketahui orang, seperti di negara Jepang dan Taiwanikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari yang memberikan efek  awet  muda  dan  harapan  hidup  lebih  tinggi  dari  negara lainnya. Penggolahan ikan dengan berbagai cara dan rasa menyebabkan orang mengkonsumsi ikan lebih banyak.


Dendeng ikan adalah jenis makanan awetan yang dibuat dengan cara pengeringan   dengan   menambah   garam,   gula,   dan   bahan   lain   untuk memperoleh rasa yang diinginkan.


2.    BAHAN

1) Ikan tamban sisik (lemuru, cucut)                                    20 kg
2) Gula merah                                                                        2 kg
3) Ketumbar                                                                           2 ons
4) Garam                                                                                1 kg
5) Bawang merah                                                                   ½ ons
6) Bawang putih                                                                     2 ons
7) Asam jawa                                                                         7 mata
8) Lengkuas (laos)                                                               secukupnya



3.    ALAT

1) Pisau
2) Alas perajang (talenan)
3) Keranjang peniris (ayakan bambu)
4) Penghancur bumbu (cobek)
5) Ember
6) Baskom
7) Panci
8) Saringan halus
9) Tampah (nyiru)


 4.    CARA PEMBUATAN

1) Bersihkan ikan, buang kepala dan isi perutnya;
2) Belah dan buang tulangnya lalu cuci. Untuk ikan yang lebih besar dan tebal iris dengan ukuran panjang 7 cm, tebal ½ cm, dan lebar 5 cm;
3) Masukkan garam ke dalam 3 liter air kemudian rendam ikan selama 5 jam;
4) Masak 8 liter air sampai mendidih, masukkan  semua  bumbu  yang  telah dihaluskan kemudian aduk-aduk sampai rata;
5) Saring supaya ampas ketumbar terpisah, kemudian dinginkan;
6) Masukkan ikan yang sudah digarami tadi ke dalam larutan bumbu. Rendam selama ± 10 jam;
7) Tiriskan, kemudian jemur di atas nyiru atau tampah;
8) Balik-balik ikan tiap 4 jam sekali supaya pengeringan rata;
9) Sebelum dihidangkan, goreng dendeng terlebih dahulu (± ½ menit) dalam minyak panas.



5.    DIAGRAM ALIR PEMBUATAN DENDENG IKAN









6.    DAFTAR PUSTAKA

1) Berbagai  cara  pengolahan  dan  pengawetan  ikan.  Yogyakarta  :  Proyek Pengembangan Penyuluhan Pertanian Pusat, Departemen Pertanian, 1987. Hal. 35
2) Pengolahan ikan. Subang : Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna,
Puslitbang Fisika Terapan-LIPI, 1990. Hal. 26-34.
3) Teknologi desa. Jakarta : Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kerja,
1983. Seri PengolahanPangan. Hal. 14-16.